
133 Santri Bertahan Belajar di Bangunan yang Belum Selesai
Setiap orang tua tentu memiliki harapan yang sama: melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, dan dekat dengan Al-Qur'an.Harapan itulah yang kini sedang diperjuangkan oleh ratusan keluarga yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Pondok Modern Hidayaturrahman.Berawal dari sebuah teras rumah sederhana pada tahun 2017 dengan hanya 22 santri, kini pondok ini telah menjadi tempat menimba ilmu bagi lebih dari 133 santri putra dan putri. Mereka datang dari berbagai daerah dengan satu cita-cita yang sama: menjadi generasi penghafal Al-Qur'an yang kelak bermanfaat bagi agama, bangsa, dan umat.Namun di balik semangat mereka, tersimpan kenyataan yang mengundang keprihatinan.Hingga hari ini, banyak santri masih belajar di bangunan yang pembangunannya belum selesai. Ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat mereka menimba ilmu masih jauh dari kata layak. Lantai dua gedung belajar terhenti pembangunannya karena keterbatasan dana, sehingga proses belajar mengajar harus terus berlangsung dengan segala keterbatasan yang ada.Kondisi asrama pun tidak kalah memprihatinkan.Santri putra baru memiliki satu ruangan dari empat ruangan yang dibutuhkan. Sementara itu, santri putri bahkan belum memiliki asrama sama sekali. Mereka terpaksa tinggal di ruang tamu rumah pembina yayasan yang disekat secara sederhana agar dapat digunakan sebagai tempat beristirahat.Di tengah segala keterbatasan itu, mereka tetap menghafal Al-Qur'an, belajar, beribadah, dan menata mimpi.Masjid yang menjadi pusat aktivitas ibadah para santri juga membutuhkan perhatian segera. Rangka atap yang masih menggunakan kayu sudah mulai rapuh dan tidak lagi aman untuk digunakan dalam jangka panjang. Lantai masjid pun masih berupa semen kasar yang setiap hari menjadi tempat sujud, doa, dan lantunan ayat suci Al-Qur'an.Mereka tidak pernah mengeluh.Mereka hanya terus belajar dengan apa yang Allah titipkan hari ini.Di sisi lain, masih banyak anak-anak yatim dan dhuafa yang memiliki semangat luar biasa untuk mondok, tetapi harus mengubur impian karena keterbatasan biaya. Oleh sebab itu, Pondok Modern Hidayaturrahman menghadirkan Program Orang Tua Asuh, agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan menghafal Al-Qur'an hanya karena kondisi ekonomi keluarganya.Ustadz Derry Sulaiman Mengajak Kita Menjadi Bagian dari Perjuangan IniMelihat semangat para santri yang terus bertahan dalam keterbatasan, Ustadz Derry Sulaiman mengajak seluruh kaum muslimin untuk bersama-sama mengambil bagian dalam perjuangan ini.'Karena membangun pesantren bukan hanya membangun sebuah bangunan.Lebih dari itu, kita sedang membangun tempat lahirnya generasi Qur'ani yang kelak akan menyebarkan ilmu, dakwah, dan kebaikan kepada masyarakat.Melalui ikhtiar bersama ini, setiap donasi yang Anda titipkan akan menjadi amal nyata untuk menghadirkan ruang belajar yang layak, asrama yang nyaman, masjid yang aman untuk beribadah, sekaligus membantu keberlangsungan pendidikan santri yatim dan dhuafa.Amanah Donasi Akan Disalurkan Secara LangsungInsyaAllah, donasi yang terkumpul akan diimplementasikan dan disalurkan secara langsung oleh tim Yayasan Jalan Pulang Cahaya Syurga, sebuah yayasan yang dibina langsung oleh Ustadz Derry Sulaiman, sehingga amanah para donatur dapat diwujudkan dalam bentuk pembangunan dan program yang benar-benar dibutuhkan oleh Pondok Modern Hidayaturrahman.Semoga setiap amanah yang dititipkan menjadi wasilah hadirnya manfaat yang luas dan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.Bayangkan...Setiap huruf Al-Qur'an yang dihafalkan para santri.Setiap ilmu yang mereka pelajari.Setiap doa yang mereka panjatkan.Dan setiap kebaikan yang kelak mereka sebarkan kepada umat.Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi siapa saja yang ikut mengambil bagian dalam pembangunan pesantren ini.Hari ini mereka membutuhkan uluran tangan kita.Jangan biarkan semangat mereka berhenti hanya karena bangunan belum selesai.
